THE MUMMY (2017)

43 komentar
Shared universe sekarang tengah merajalela di Hollywood. Tren satu ini seolah menandakan kepercayaan diri pihak studio akan franchise mereka, meski seringkali pula sekedar latah tanpa perencanaan jelas. Diawali oleh Marvel, kini DC/Warner Bros, Transformers, sampai MonsterVerse milik Legendary Pictures yang mengadu Godzilla dengan King Kong turut mengikuti. Di antara semuanya, jalan Universal dalam meluncurkan Dark Universe berisi sekumpulan karakter monster klasik terhitung paling terjal. Berniat memulai sejak 2014 lewat Dracula Untold, kualitas mengecewakan ditambah pendapatan biasa-biasa saja membatalkan rencana tersebut. 

Tiga tahun berselang, tugas mengawali franchise diemban The Mummy garapan Alex Kurtzman (People Like Us), di mana Tom Cruise berperan sebagai Nick Morton, seorang militer Amerika Serikat yang tengah bertugas di Irak. Ambisi menemukan harta karun terpendam justru mendorong Nick bersama arkeolog bernama Jenny (Annabelle Wallis) pada penemuan sarkofagus peninggalan kerajaan Mesir. Tanpa keduanya tahu, di dalamnya terdapat kutukan hasil perjanjian Puteri Ahmanet (diperankan dengan kombinasi sempurna antara karisma dan sensualitas milik Sofia Boutella) dengan Seth sang Dewa Kegelapan yang dahulu menciptakan pertumpahan darah akibat perebutan kekuasaan. 
Keseruan, ketegangan, kesenangan. Tiga poin tersebut substansial membangun blockbuster, dan kentara ada usaha menyatukan ketiganya. Namun masalah timbul kala Kurtzman kurang cakap mengatur tone terlebih soal komedi. Kurtzman tak pandai memainkan punchline, membiarkan selipan humor di naskah berlalu tanpa penekanan. Contohnya ketika Jenny mengungkapkan bahwa Nick adalah orang baik karena berkorban menyerahkan satu-satunya parasut pada Jenny, yang lalu dijawab singkat oleh Nick, "aku kira ada dua parasut". Pengadeganan Kurtzman memancing kebingungan. Apakah itu momen komedik? Ataukah serius yang menyatakan jika Nick tak sebaik dugaan Jenny? 

Keberadaan Tom Cruise untungnya lumayan menolong. Sang aktor mampu menyeimbangkan penampilan meyakinkan sebagai action hero tangguh dan pembawaan komedik. Bukan kali pertama Cruise memamerkan bakat tersebut, bukan pula yang tergila (masih dipegang Tropic Thunder), tapi melihatnya dihempaskan oleh Sofia Boutella atau menerima tendangan dari Annabelle Wallis tepat di wajah nyatanya luar biasa menghibur. Pun walau urung dimanfaatkan maksimal, fakta bahwa Nick bukan one-man army layaknya banyak karakter Cruise lain, pula sedikit menyentuh ranah antihero di paruh awal, membuatnya menarik. Masih menghabiskan mayoritas waktu berlarian (like Tom Cruie always does in his movies), Nick lebih sering tak berdaya menghadapi Ahmanet, setidaknya sebelum klimaks.
Kelemahan terbesar The Mummy terletak pada inkonsistensi terkait tensi. Diawali flashback ke Mesir kuno, daya tarik meningkat kala Ahmanet pertama kali beraksi di dunia modern, mengumpulkan pasukan memakai cara yang mengingatkan akan Lifeforce-nya Tobe Hooper. Reference lain bagi horor klasik hadir sewaktu Vail (Jake Johnson) "menghantui" Nick guna mengingatkannya akan teror yang segera menyerang. Situasi absurd itu dikemas menggelitik, sebagaimana situasi serupa di An American Werewolf in London. Lalu tensi menurun, bahkan mencapai titik nadir sewaktu film berkutat di pertemuan Nick dengan Dr. Henry Jekyll (Russell Crowe). Momen itu berlangsung lama tetapi tanpa injeksi emosi maupun tambahan informasi. Apa sebenarnya organisasi yang Jekyll pimpin misalnya, tak pernah diungkap. 

The Mummy gemar memancing antisipasi penonton hanya untuk kemudian memberi payoff mengecewakan. Sewaktu Ahmanet bergerak mengerahkan segenap kekuatannya, kita bak dijanjikan suatu epic finale showdown berisi kehancuran masif London. Namun alih-alih kekacauan berskala besar, klimaks sekedar diisi pertarungan satu lawan satu ala kadarnya antara Nick melawan Ahmanet. Trio penulis naskah kelas wahid David Koepp (Spider-Man, Panic RoomChristopher McQuarrie (The Usual Suspects, Mission: Impossible - Rogue Nation), dan Dylan Kussman pun bagai terlampau malas merangkai resolusi meyakinkan, menambah kesan antiklimaks pergulatan dua tokohnya. 

43 komentar :

  1. Wahh...kayaknya masih di bawah the mummy pertamanya brendan frasher?alex kurtzman biasanya penulis skenario?

    BalasHapus
  2. Yap, lebih fun versi itu. Alex Kurtzman memang lebih sering jadi penulis & produser. Ini film kedua yang dia sutradarai

    BalasHapus
  3. Anonim7:34 AM

    Kirain bakal seru sekaligus menegangkan setelah melihat trailernya tapu kok hasilnya dibawah ekspetasi ya..

    BalasHapus
  4. Apa cuman gw disini yang ngerasa ntn the mummy rasa mission impossible?πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wajar, lha yang main Tom Cruise & naskahnya ditulis McQuarrie :)

      Hapus
  5. dari pirates of the carribean,, wonder woman, the mummy
    bagusan yang mana??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurutku, Wonder Woman, durasi lama (gak rugi beli tiketnya), nilai ratingnya tinggi banget, dan tentunya pesona Gal Gadot.

      Hapus
    2. Wonder Woman >>> Pirates & Mummy

      Hapus
  6. Sayang banget ..padahal menaruh harapan lebih untuk film ini..trailer mnjNjikan trnyata berbnding trbalik dngn kenyataan haha

    BalasHapus
  7. Sayang banget ..padahal menaruh harapan lebih untuk film ini..trailer mnjNjikan trnyata berbnding trbalik dngn kenyataan haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah trailer memang nggak bisa sepenuhnya dipercaya :)

      Hapus
  8. Kangen Tom Cruise main di film2 yg award-able lagi haha, kapan terakhir kali dia masuk nominasi Oscar ya? Padahal dia aktor bagus hoho

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terakhir di Magnolia tahun 2000. Yap, he's really good. Tahun ini ada American Made yang menarik

      Hapus
  9. Setuju mas, apa Krn ratingnya yg PG13 ya..? Jd kurang gore :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak perlu gore kok, masalah tensi aja

      Hapus
  10. Awal yang kurang bagus untuk memulai Dark Universe ya bang ? Kurang terpuaskan sma The Mummy, ketika filmnya tak semenarik trailernya. Nunggu Cars 3 sma Transformers 5 aja, hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Secara kualitas mungkin, tapi pendapatan global box office sepertinya bagus. Masih menarik ditunggu kok Dark Universe ini :)

      Hapus
    2. Kita tunggu aja mas besok perilisan perdana di Amerika gimana pendapatnya tentang The Mummy dan pendapatan minggu pertamanya di Box Office. Film kedua DU aja masih lama ya mas, Bride of Frankenstein (2019) ?

      Hapus
    3. Di Amerika Utara biasa malah cenderung kurang, sekitar $35-42 juta di weekend pertama, tapi worldwide sukses besar, total bisa di atas $160-177 juta.
      Yap, Valentine 2019.

      Hapus
    4. Bang saya mau nanya dong kok di list Coming Soon 21Cineplex gak ada film Cars 3 ya ? Kan Cars 3 jadwal tayangnya minggu ketiga Juni kan ?

      Hapus
    5. Kecuali Toy Story, Pixar selalu telat masuk sini kok, mungkin beberapa minggu sampai sebulan. Kurang laku soalnya :)

      Hapus
    6. Waduh, padahal udah masuk watchlist saya di bulan Juni itu.

      Kalo diundur sampe Juli bakalan bersaing sma War For The Planet of The Apes sma Dunkirk tuh pastinya.

      Kalo yang animasinya mungkin gak bang bersaing sma Emoji Movie ?

      Hapus
    7. Cars 2 dulu selisih 4 bulan, Inside Out 2 bulan, tapi Dory & Good Dinosaur tepat waktu. Jadi jangan berharap dulu hehe
      Mungkin di sini bakal berimbang Cars 3 & Emoji

      Hapus
    8. Dan mungkin itu alasan saya dulu kurang minat nonton film animasi di bioskop. Karena udah keburu unmood, tayang gak tepat waktu, hahaha.

      Emoji konsepnya mirip sma Inside Out gt ya bang ?

      Btw Bang Rasyid di film Indonesia edisi lebaran nanti minat nonton film yang mana aja ? Atau malah kesemuanya udah jadi watchlist ?

      Hapus
    9. Haha nggak, nggak sepintar itu.

      Semua masuk watchlist, tapi entah karena mudik nggak tahu mana yang sempat ditonton :)

      Hapus
    10. Hehehe, kirain Bang Rasyid asli orang Yogyakarta gt.

      Kalo diurutin berdasarkan rekomendasi dari Bang Rasyid antara Insya Allah, Sah; Jailangkung; Surat Kecil Untuk Tuhan; Sweet 20 gimana tuh bang ?

      Hapus
    11. Pertama Sweet 20, looks fun, pas kalau lebaran ditonton rame-rame. Kedua Jailangkung, production value kelihatan bagus, Jefri Nichol & Amanda Rawles juga udah teruji chemistry-nya. SKUT so far sinematografi cakep, recycle lagu anak pun oke, aktingnya juga. Cuma rada terlalu mirip sama Lion aja sekilas. Terakhir Insya Allah Sah, Titi Kamal di trailer bagus, tapi entah sisanya, apalagi karakter Pandji "huek" banget :D

      Hapus
  11. Anonim9:39 PM

    bang rasyid nanya dong 10 film kesukaan bang rasyid apa aja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Film yang nggak bosen ditonton puluhan kali mungkin ini (urut abjad)
      12 Angry Men
      Airplane!
      Anchorman
      Before Sunrise
      Black Dynamite
      Boyhood
      La La Land
      Once
      Pulp Fiction
      Shaun of the Dead

      Hapus
    2. Kenapa kita hanya sama di Shaun of the Dead doank bang? Wkwkwk

      Hapus
    3. Soalnya Shaun of the Dead itu film sinting :D

      Hapus
    4. Kalau buat saya, film itu lah yg akhirnya memperlakukan zombie (yg lelet dan beler) dengan tepat.
      Selama ini selalu kesel nonton film zombie mainstream, masa sama zombie takut sampe segitunya (jangan hitung World War Z tapi ya) wkwkwk

      Hapus
    5. Sebenarnya zombie cepet udah ada dari Return of the Living Dead (1985), tapi baru tenar sejak 28 Days Later (2002), terus remake Dawn of the Dead (2004), baru diparodiin di Shaun of the Dead.
      Buat treatment zaman sekarang yang fast paced & bombastis memang kurang cocok sih zombie lambat, tapi dulu, macam Night of the Living Dead (1968) lebih cocok yang lambat, soalnya main di atmosfer :)

      Hapus
    6. Di Walking Dead juga lambat bang haha

      Zombie yg cepet mah menciderai hakikat Zombie, mereka Zombie palsu, sebernanya mereka mutan itu wkwk

      Hapus
    7. Anonim9:17 PM

      Mungkin stake land bisa msk list zombie cepet tuh bang

      Hapus
    8. Zombie apocalypse ketemu vampir :D

      Hapus
  12. Tom cruise ga pernah beda style dan akting, membosankan, filmnya pun juga buruk menurutku bagusan film mummy brendan fraser

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya namanya gaya, tiap aktor selalu ada ciri. Akhir-akhir ini memang sering mirip, tapi nggak sama, even di Jack Reacher, Mission: Impossible, dan The Mummy ini beda semua.

      Hapus
    2. Al Pacino juga sama di hampir semua filmnya yg bertema crime, tp doi jd legend haha

      Hapus
  13. Satu lagi bukti bahwa nama besar seorang bintang bukan jaminan kualitas sebuah film.

    Terus terang, film ini di bawah ekspektasi saya.
    πŸ˜₯πŸ˜₯

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh jelas, nama besar nggak selalu jaminan mutu, jaminan pemasukan mungkin :D

      Hapus
  14. Denger tom cruise yg main, rada males nonton sebenarnya, do'i ga pernah lepas dr akting, karakter sampai style yg ga beda dgn film2 nya yg lain, dan terbukti di film ini jg. Filmnya jg ga sebaik film2 mummy sebelumnya

    BalasHapus